ciremaipost.com

Pendidikan Inklusif menuju Pendidikan untuk Semua di Indonesia

Surel Cetak PDF

Latar Belakang
Di awal tahun 2003, HKI Indonesia dan United States Agency for International Development (USAID)-, melalui program Opportunities for Vulnerable Children (OVC, bermitra dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Provinsi dan lebih dari 20 lembaga swadaya nasional bekerja dalam membentuk model pendidikan inklusif yang bertujuan untuk memperbaiki akses pendidikan dan bantuan dukungan serta masukan kurikulum bagi anak yang memiliki hambatan penglihatan, pemahaman dan pendengaran.

Bentuk ini mengadaptasi proses inklusi dan kolaborasi yang telah berhasil menyediakan perubahan kebijakan dan penerapan dalam lingkungan sekolah.

Sejak awal, program ini telah memaksimalkan peningkatan dalam peraturan pemerintah dan pengajaran yang dicapai melalui ekspasi program meliputi:

  • National – Provincial Coordination: Pengembangan kerangka kerja ringkas pada tingkat nasional untuk meningkatkan koordinasi dalam kebijakan dan pendanaan di tingkat nasional, provinsi dan daerah.
  • Pre-Service Teaching Capacity: Meningkatkan kapasitas universitas dalam menyediakan program pengajaran dalam bentuk praktek yang kokoh bagi guru baru.
  • In-service Trainings Program: Meningkatkan program pelatihan in-service yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional bagi guru-guru yang saat ini mengajar anak berkebutuhan khusus diseluruh Indonesia.
  • Public Buy-in: Meningkatkan pemahaman dan publikasi pendidikan inklusif menuju Pendidikan untuk Semua pada lingkum sistem pendidikan serta masyarakat luas.


Tujuan

  • Meningkatkan koordinasi kebijakan dan pendanaan pada tingkat nasional, provinsi dan daerah.
  • Meningkatkan kapasitas universitas dalam memberikan program pengajaran yang berbasis kokoh bagi calon guru.
  • Meningkatkan program pelatihan in-service yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional bagi pengajar yang saat ini bekerja dengan anak berkebutuhan khusus diseluruh Indonesia.
  • Improve awareness and publicity of inclusive education and Education for All within the education system and the public


Pencapaian

Pemerintahan

  • Menyelesaikan analisa kesenjangan mengenai penerapan pendidikan inklusif dalam lingkup legislative dan peraturan
  • Jakarta, Aceh, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur telah menandatangani Peraturan Gubernur tentang Pendidikan Inklusif. Jawa Barat saat ini masih dalam proses.
  • Jawa Barat dan Jawa Timur saat ini tengah menyelesaikan kerangka besar Pendidikan Inklusif (2011 – 2013)
  • Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Aceh telah mengembangkan kerangka besar Pendidikan Inklusif (2010 – 2013)
  • Jakarta, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur telah membuat konsep Peraturan Teknis Pendidikan Inklusif
  • Aceh, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan telah berhasil meningkatkan alokasi anggaran untuk Pendidikan Inklusif di tingkat provinsi untuk tahun fiskal 2011, sebesar 100%, 16%, dan 41%, secara berurutan.


Pelatihan Pre-Service dan In-Service Universitas

  • Pelatihan pada lima orang Guru Pembimbing Khusus (GPK). Masing-masing GPK akan membantu hingga 27 guru sekolah yang mengajar anak berkebutuhan khusus.
  • Kementerian Pendidikan Nasional telah mengadopsi buku panduan yang dikembangkan oleh HKI untuk pelatihan pre-service tentang Asesmen dan Remedial untuk Anak Berkesulitan Belajar dan Kekurangan Intelektual.
  • Lima orang dosen dari universitas nasional telah menyelesaikan serangkaian pelatihan untuk Kesulitan Belajar dan Pemahaman selama 18 bulan.
  • Empat orang dosen universitas dari tiga universitas negeri, telah menyelesaikan tahap pertama pelatihan Early Intervention/Multiple Disabilities Visual Impairment atas kerjsama dengan Hilton Perkins.
  • Membentuk silabus dengan Universitas Negeri Makassar bagi anak dengan kesulitan pendengaran.


Pemahaman Publik

  • Menyelesaikan penelitian formatif untuk melakukan asesmen terhadap pemahaman, perilaku dan praktek pemerintah, kepala sekolah dan guru, anggota dewan dan komunitas sekitar akan pendidikan inklusif saat ini.
  • Membentuk pesan kunci dan strategi komunikasi untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pendidikan inklusif yang berfokus pada lingkup program.
  • Membuat desain multi-media (cetak, media elektronik, radio, poster dan flyers) untuk kampanye komunikasi dengan tujuan meningkatkan pemahaman publik akan pendidikan inklusif.


Mitra

  • Pemerintah: Kementerian Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten, Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar,
  • Universitas: Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Surabaya , Universitas Pendidikan Indonesia.
  • LSM Lokal: Yayasan Mitra Netra, Yayasan Rawinala, Yayasan Pantara, Yayasan Santi Rama
  • Tenaga Ahli dalam Kebutuhan Khusus: Hilton Perkins School for the Blind, Dr Jayanthi Narayan, Gallaudet University


Pendanaan
United States Agency for International Development (USAID) (2010 – 2013).


Lingkup Program
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jogjakarta/Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Sulawesi Selatan

 

 

 

 

 

Sumber : LEMBAR FAKTA PROGRAM - Juni 2011 Opportunities for Vulnerable Children
Disampaikan : Yusuf Sunandar (Provincial Program Officer Helen Keller Internasional Indonesia untuk Jawa Barat)

 

Berita terkait :

Kuningan Tandatangani Kesepakatan Bersama Rencana Aksi Pendidikan Inklusif

 

Share

 

Facebook Comments ()


 

Add comment


Security code
Refresh

Polling Geothermal

Polling Geothermal
 

Apakah yang anda cari di Ciremai Post..?